Headline

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

GLAI V Labuhan Deli: Kolaborasi Remaja Masjid Bentuk Generasi Islami Anti Kenakalan Remaja

Kolaborasi Remaja Masjid Al Muwahhidin dan Al Muttaqin dalam GLAI V dinilai sebagai langkah strategis membangun ruang positif bagi remaja di tengah meningkatnya kenakalan remaja.

GLAI V di Labuhan Deli: Penguatan Gerakan Sosial Remaja Masjid dalam Membangun Ekosistem Pendidikan Islami

DELI SERDANG, [MOGATNews]  — Pelaksanaan Technical Meeting Gebyar Lomba Anak Islami (GLAI) V di Masjid Al Muttaqin, Jalan Veteran Pasar 9 Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, menjadi penanda semakin menguatnya gerakan kolaboratif remaja masjid dalam membangun ekosistem pendidikan Islami di tingkat lokal.

Kegiatan ini mempertemukan calon peserta dari Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan sebagai bagian dari persiapan lomba yang akan digelar dalam waktu dekat. Namun lebih dari sekadar agenda teknis, GLAI V dipandang sebagai ruang konsolidasi sosial antarremaja masjid yang membawa misi pembinaan karakter generasi muda.

Latar Belakang: Masjid sebagai Pusat Solusi Sosial Remaja

GLAI V lahir dari kegelisahan bersama atas meningkatnya tantangan sosial yang dihadapi remaja, mulai dari pengaruh pergaulan bebas hingga rendahnya aktivitas positif berbasis komunitas. Dalam konteks ini, masjid kembali diposisikan sebagai pusat pembinaan, bukan hanya ibadah, tetapi juga pendidikan dan sosial.

Kolaborasi antara Remaja Masjid Al Muwahhidin dan Remaja Masjid Al Muttaqin yang didukung Forum Komunikasi Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Desa Manunggal serta Ketua BKM Masjid Al Muttaqin, Eko Tri Guswanto, menjadi fondasi utama kegiatan ini.

Eko Tri Guswanto menekankan bahwa penguatan peran masjid harus disertai dengan program yang menyentuh kebutuhan generasi muda.

“Kita ingin masjid tidak hanya ramai saat ibadah, tetapi juga menjadi ruang tumbuh anak-anak dan remaja. GLAI ini adalah salah satu bentuk ikhtiar agar mereka punya kegiatan yang sehat, positif, dan mempererat persaudaraan,” ungkapnya.

Technical Meeting: Konsolidasi Teknis dan Visi Gerakan

Technical Meeting GLAI V tidak hanya membahas aturan lomba, tetapi juga menjadi forum penyamaan persepsi antara panitia dan peserta. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa skala GLAI V sudah berkembang menjadi agenda lintas wilayah dengan tingkat partisipasi yang signifikan.

Ketua Pelaksana GLAI V, Wira Andika, menyampaikan bahwa proses persiapan dilakukan secara kolektif oleh panitia gabungan yang terdiri dari unsur remaja masjid.

“Kami tidak hanya fokus pada teknis lomba, tetapi juga membangun semangat kebersamaan. GLAI V ini adalah ruang silaturahmi besar yang mempertemukan banyak remaja dari berbagai daerah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa koordinasi antarbidang panitia terus diperkuat untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan sesuai tujuan pembinaan.

Struktur Kepanitiaan: Model Kolaborasi Generasi Muda

Kepanitiaan GLAI V disusun secara kolaboratif dengan melibatkan banyak unsur remaja masjid, di antaranya:

  • Ketua Pelaksana: Wira Andika
  • Wakil Ketua: Andrio Fajar
  • Sekretaris: Qyandra Afikah R.
  • Wakil Sekretaris: Nayla Meysatri
  • Bendahara: Rizkya Ananda S.
  • Wakil Bendahara: Rika Agustina
  • Serta berbagai bidang lainnya yang mendukung operasional kegiatan

Sekretaris panitia, Qyandra Afikah R., menegaskan bahwa aspek administrasi menjadi perhatian utama mengingat jumlah peserta yang terus bertambah.

“Pendataan peserta menjadi hal yang sangat penting karena jumlahnya cukup besar dan masih terus bertambah. Kami berupaya memastikan semua data tertata rapi agar pelaksanaan berjalan lancar,” jelasnya.

Partisipasi Peserta: Antusiasme yang Terus Meningkat

Hingga pelaksanaan Technical Meeting, tercatat 179 peserta telah resmi mendaftar dalam berbagai cabang lomba, yaitu:

  • Adzan: 31 peserta
  • Surah pendek: 44 peserta
  • Mewarnai: 43 peserta
  • Dai: 23 peserta
  • Busana muslim: 32 peserta
  • Vokal solo: 6 peserta
  • Shalawat remaja: 3 tim (14 orang)
  • Shalawat ibu-ibu: 4 tim (28 orang)

Total peserta shalawat mencapai 7 tim atau 49 orang.

Panitia masih membuka pendaftaran hingga Kamis, 25 Juni 2026, dengan target ambisius mencapai 300 peserta, menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kegiatan berbasis keagamaan masih sangat tinggi.

Analisis: Kolaborasi sebagai Strategi Penguatan Sosial

Fenomena GLAI V menunjukkan adanya pergeseran pendekatan pembinaan remaja, dari kegiatan parsial menjadi kolaborasi lintas masjid. Model ini memperkuat jejaring sosial antarremaja sekaligus membangun rasa kepemilikan bersama terhadap program keagamaan.

Di tengah tantangan modernisasi dan digitalisasi yang kerap menjauhkan remaja dari aktivitas sosial langsung, kegiatan seperti GLAI V menjadi alternatif penting dalam membangun ruang interaksi yang sehat dan terarah.

Namun, efektivitas jangka panjangnya akan sangat bergantung pada keberlanjutan program setelah event selesai, termasuk pembinaan rutin dan tindak lanjut komunitas remaja masjid.

Dampak dan Harapan

GLAI V diharapkan tidak hanya menjadi agenda lomba tahunan, tetapi juga:

  • Memperkuat solidaritas antarremaja masjid
  • Menjadi model kolaborasi kegiatan keagamaan di tingkat lokal
  • Mengembangkan potensi anak dan remaja dalam bidang keislaman
  • Mendorong pengurangan perilaku negatif melalui kegiatan produktif

Dengan dukungan berbagai pihak, GLAI V berpotensi menjadi salah satu model gerakan sosial berbasis masjid yang adaptif terhadap tantangan zaman, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda.[red-mgo]




Posting Komentar

0 Komentar