MEDAN, [MOGATNews] — Suasana kekeluargaan terasa dalam peringatan Anniversary Komandan ke-5 yang digelar di D'Waroenk Tajir, Jalan Alfaka 7 No. 4, Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Minggu (23/8/2026).
Sekitar 100 tamu undangan hadir dalam kegiatan tersebut. Jajaran Komandan dari unsur TNI dan Polri, KSB Utama, KSB Harian, serta para pengurus turut berkumpul dalam satu momentum yang menandai perjalanan lima tahun organisasi.
Bagi sebagian orang, lima tahun mungkin hanya angka. Namun bagi sebuah organisasi, rentang waktu tersebut menyimpan banyak cerita. Ada pertemuan, kebersamaan, perbedaan pandangan, tantangan, hingga berbagai pengalaman yang perlahan membentuk perjalanan organisasi.
Tahun ini, Komandan memilih tema “Kebersamaan Hari Ini, Kekuatan untuk Esok Hari.” Tema itu menggambarkan harapan agar hubungan yang telah dibangun selama lima tahun tidak berhenti sebagai sebuah catatan perjalanan, tetapi terus menjadi kekuatan untuk menghadapi masa depan.
Bukan Sekadar Perayaan
Anniversary biasanya identik dengan perayaan. Namun bagi Komandan, momentum lima tahun juga menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilewati.
Di tengah dinamika organisasi, mempertahankan kebersamaan bukan perkara sederhana. Perbedaan dapat muncul dalam perjalanan, tetapi justru dari situlah kedewasaan sebuah organisasi diuji.
Kekuatan tidak selalu terlihat dari banyaknya anggota ataupun besarnya struktur kepengurusan. Kekuatan juga dapat tumbuh dari rasa saling percaya, komunikasi dan kemauan untuk tetap berjalan bersama.
Itulah yang ingin ditegaskan melalui peringatan anniversary kali ini.
Lima tahun menjadi perjalanan yang telah mempertemukan banyak orang dengan latar belakang dan peran yang berbeda. Dalam momentum tersebut, mereka kembali berkumpul untuk mempererat hubungan yang telah terjalin.
Saat Solidaritas Menjadi Tindakan
Kebersamaan juga tidak hanya memiliki arti bagi lingkungan internal organisasi.
Dalam perjalanan Komandan, semangat solidaritas turut diarahkan pada kepedulian terhadap masyarakat. Salah satu bentuk perhatian tersebut ditunjukkan melalui kepedulian kepada masyarakat yang terdampak bencana di Aceh Tamiang.
Bencana selalu meninggalkan persoalan bagi masyarakat yang mengalaminya. Pada kondisi seperti itu, solidaritas menjadi lebih berarti ketika diwujudkan melalui tindakan nyata.
Kepedulian tersebut menjadi gambaran bahwa keberadaan organisasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas di antara para anggotanya. Ada tanggung jawab sosial yang dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Memasuki Tahun Keenam
Setelah melewati lima tahun, perjalanan Komandan kini memasuki babak berikutnya.
Tahun keenam membawa harapan agar organisasi semakin solid dan matang. Pengalaman masa lalu dapat menjadi bahan pembelajaran, sementara kebersamaan yang telah terbangun menjadi modal untuk menghadapi tantangan selanjutnya.
Peran KSB Utama, KSB Harian, pengurus dan anggota menjadi penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Sinergi dengan berbagai unsur masyarakat juga diharapkan terus berkembang sehingga keberadaan Komandan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas.
Pada akhirnya, usia lima tahun bukan sekadar angka yang dirayakan setiap tahun. Ia menjadi penanda bahwa sebuah perjalanan telah dilalui bersama.
Di tempat sederhana, sekitar seratus orang berkumpul membawa semangat yang sama: menjaga persaudaraan, memperkuat solidaritas dan melanjutkan perjalanan.
Sebab, kebersamaan yang dirawat hari ini dapat menjadi kekuatan untuk menghadapi hari esok.
Lima tahun telah berlalu. Perjalanan masih panjang. Dan Komandan memilih untuk melangkah bersama. [ES]

0 Komentar